Saturday, June 15, 2013

Detective Chan episode mencari dodol buah naga



 Pencarian Ibu Pembuat DODOL BUAH NAGA


Waktu itu hari Sabtu 08 Juni 2013. Teman saya sebut saja dengan agen B menghubungi saya. Agen B mempunyai misi rahasia yaitu mencari ibu pembuat dodol dari buah naga. Berbekal alamat yang sangat tidak jelas. Bukan detektif bila menyerah sampai disitu. Petunjuk yang kami dapat bahwa target tinggal di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa.
Minggu pagi pukul 07.00 WIB saya menjemput agen B dirumahnya. Pncarian diawali dengan sarapan nasi pecel dipinggir jalan. Maklum detektif Chan adalah anak kos. Selesai sarapan pukul 08.00 WIB.


Pic : “agen B” sedang sarapan

 
 


Selesai sarapan kita langsung menuju TKP. Tidak Lupa Kami berdoa sebelum berangkat agar misi hari ini terselesaikan dengan cepat, karena kami hanya punya 1 hari saja untuk menyelesaikan misi ini. Hal Kedua setelah sarapan adalah memberi makan Agen p ( Phio Chan) yang adalah kendaraan yang setia mengantar saya kemana saja. Lanjut menuju Pom Bensin. Setelah persiapan lengkap kami melanjutkan pencarian karena waktu sudah cukup siang. Namun cuaca seakan tak mendukung pencarian ini. Tiba-tiba saja awan hitam bergerak menutupi sinar matahari yang awalnya tersenyum pada kami kini hanya bersembuynyi dibalik awan hitam yang datangnya keroyokan.
Temapat tujuan Kami adalah kecamatan Rembangan, karena daerah lokasi target melewati Kecamatan Rembangan. Ditengan perjalanan kami melewati pemandangan yang indah dan sejuk. Rembangan termasuk Daerah kawasan Wisata di Kabupaten Jember. Tak menyianyiakan momen kamipun meluangkan waktu untuk narsis.
           
            Pemandangan alam Rembangan memang mengesankan apalagi masih pagi seperti ini. Selesai berpose, kami bergegas utuk mencari rumah target. Tempat tujuan berikutanya adalah balai desa, dimana tempat pembuatan video cara membuat dodol. Disana Kami menemuka beberapa anak muda yang sedang duduk-duduk santai. Kami menanyakan tentang target, namun mereka tidak ada yang kenal pada target bahkan tidak tau bila bali desa pernah dijadikan tempat membuat dodol buah naga. Usut punya usut ternyata mereka adalah mahasiswa yang sedang KKN di desa tersebut.



 

Setelah bertanya pada seseorang akhirnya kami mendapatkan nama target yang sengaja kami samarkan menjadi Mrs. A demi keamanan dan keselamatan target. Ibu yang kami tanyai mengatakan bahwa alamat rumah  Mrs. A sudah terlewat jauh dari jalan yang kami tempuh. Ibu yang baik hati tersebut memberikan alamat pada kami. Tanpa basa-basi kami langsung putar haluan dan siap-siap meluncur, tapi kami tak lupa mengucapakan terima kasih pada ibu penolong kami.


Ini dia rumah target. Akhirnya kami menemukan rumah target. “Agen B” langsung meluncur, sementara saya masih menunggu di pinggir jalan, karena saya merasa ada yang aneh. Rumah itu terlihat sangat sepi. Ternyata Benar dugaan saya, ternyata rumah itu tutup. Awalnnya “Agen B” meyakinkan saya, mugkin Mrs. A sedang tidak ada dirumah. “Agen B” memutuskan untuk menunggu sampai Mrs. A  datang. Entah kenapa perasaan saya mengatakan bahwa ini bukanlah rumah Mrs. A.
 Untuk memastikan dugaan saya, saya bertanya pada tetangga terdekat. Hasil yang kami dapat tidak meleset dari dugaan saya. Kami memang salah rumah. Kami siap melanjutkan pencarian.
Kami menemukan rumah yang mirip dengan yang didevinisikan pemberi petunjuk yang ke-2. Kamipun langsung memarkir kendaraan dan langsung mendatangi rumah target. Tak kami sangka ternyata Mrs. A  sendiri yang mempersilahkan kami masuk. Aroma yang enak yang mapir dihidung kami. Rupanya Mrs. A  sedang membuat kue pesanan untuk hantaran pengantin. Setelah kami terlibat dalam pembicaraan yang teramat sangat serius, ternyata Mrs. A  sudah tidak lagi meproduksai dodol buah naga. Betapa kecewanya kami. Rupanya Mrs. A menyadarinya, dan beliau menyarankan untuk mendatangi pak kepala desa. Karena biasanya bila ada yang ingin tahu pembuatan dodol buah naga pak kades siap diwawancarai dan berbagi resep serta cara pembuatanya bahkan akan membantu mempraktekannya (Red, sungguh pak kades yang baik).
Dari awal memang sudah mendung dan sekaranglah saatnya gerimis turun. Kamipun berpamitan mau menemui pak kades. Sesampainya di rumah pak kades saya melihat begitu banyak kendaraan bermotor mulai roda 2 bahkan roda 4, saya pun melihat ada beberapa orang kameramen dari TV swasta yang cukup terkenal.
Kami berhasil menemui pak kades. Namun kayaknya kami kurang beruntung. Karena pak kades sedang ada tamu penting. Pak kades yang baik menawarkan kami waktu lain untuk bertemu, bahkan beliau juga memberikan no hapenya sebelum kami minta. Akhirnya kamipun berpamitan undur diri.
Hujan semakin lebat. Akhirnya kami putuskan untuk berteduh di Café. Di kawasan Rembangan banyak Café pinggir jalan. Café disana diabngun dari bambu. Dari sana dapat melihat pemandangan alam yang indah. Karena letaknya diatas bukit maka darisana juga dapat melihat Kota Jember yang terihat kecil dan padat. Hujan belum reda juga, suhu disana juga semakin dingin karena memang hari semakin sore dan saya memutuskan untuk memesan susu jahe hangat.

Hamparan rumput gajah tampak menarik dilihat dari Café panggung
 
 

Hujanpun reda, akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Jalan yang naik turun membuat saya takut bila terlalu sore melewatinya. Dan lagi-lagi kami menemukan sesuatu yang menarik untuk dijadikan studio pemotretan dadakan. Langsung deh, jeprat-jepret, hitungan 1,2, 3 Ciiisssssss,,,,. Tarraaaammmmm,,, ini nih hasilnya,,


“Agen B” SEdang Bergaya










 Akhirnya Detecktive Chan Muncul  horeeeeee..\(^.^)/





















 





Created by: Phie Chan
 

No comments:

Post a Comment